22 April 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaTjhai Chui Mie Tidak Menyerobot Tanah Warga Milik Then Fa Khu Kata...

Tjhai Chui Mie Tidak Menyerobot Tanah Warga Milik Then Fa Khu Kata BPN Singkawang

Kalbar Sepekan – Tjhai Chui Mie Wali Kota Singkawang periode 2017-2022 berapa waktu lalu sempat viral di media online mengatakan bahwa solah-olah Tjhai Chui Mie tah menyerobot tanah warga seluas 10 hektare yang ada di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan milik Then Fa Khu. Dalam hal tersebut Kepala Kantor Argaria dan Tat Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang Leo Latumena turut angkat bicara mengenai berita viral tersebut.

Baca Juga : Tino Ame Larang Lagunya Di Tampilkan Pada Pekan Gawai Dayak Ke-37

Leo Latumena mengatakan bahwa dari pihak Argaria dan Tat Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang telah melakukan pengecekan di lapangan pada saat (10/5/23), ia mengatakan terdapat dua patok yang sama sertifikatnya atas nama Muliya Hardi dan bukan atas nama Tjhai Chui Mie ketika pada saat dimintai keterangan terkait penyerobotan milik Then Fa Khu seluas 10 hektare tersebut.

“Kami sudah melakukan pengecekan di lapngan pada 10 Mei lalu, dimana tanah yang viral itu terdapat dua patok sertifikatnya atas nama Muliya Hardi bukan Tjhai Chui Mie,” ungkap Leo Latumena (18/5/23).

Adapun pengecekan tersebut dilakukan berdasarkan surat yang telah dibuat oleh Polsek Singkawang Selatan mengenai perbuatan penyerobotan tanah warga  bernama Then Fa Khu seluas 10 hektare yang diduga dilakukan oleh Tjhai Chui Mie Wali Kota Singkawang periode 2017-2022.

Pada saat pengecekan di lapngan, turut hadir perwakilan dari Polsek Singkawang Selatan, perwakilan Tjhai Chui Mie yaitu pak Lumes orang yang dipercaya menjaga kebum milik Mulya Hardi. Bahkan dalam pengecekan tersebut turut diundang pemilik lahan yang merasa tanahnya selah diserobot. Pada saat itu pemilik lahan tidak hadir, sehingga menyulitkan pihak ATR/BPN untuk melakukan pengecekan, pada saat itu dilokasi terdapat dua patok yang diduga merupakan lahan milik Then Fa Khu.

Leo mengungkapkan bahwa pihak ATR/BPN untuk melakukan pengecekan ke lapangan kembali dan dihadiri pemilik lahan, sehingga permasalahan ini menjadi lebih jelas.

“Kami belum pasti, untuk memastikan hal tersebut alangkah baiknya kita ke lapangan lagi dengan dihadiri pemilik lahan supaya permasalahan ini menjadi jelas,” jelas Leo.

Berdasarkan dari kedua patok yang telah ditemukan terdapat dua sertifikat atas nama Muliya Hardi bukan atas nama Tjhai Chui Mie. Sementara pemilik lahan yang mengklem tanahnya telah diseroboti pihak ATR/BPN masih belum tahu, karena yang bersangkutan tidak hadir ketika pada saat pihak ATR/BPN melakukan pengecekan.

“Tapi yang di klaim pemilik lahan kita masih belum tahu, karena yang bersangkutan tidak hadir pada pengecekan tersebut,” ungkap Leo.

Sementara menurut keterangan pemilik lahan sebelumnya, Aloysius Kilin sangat menyayangkan atas pemberitaan dengan narasi yang dibuat oleh media yang menyebutkan bahwa ada penyerobotan lahan hingga 10 hektare di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Yang kemudian ditujukan kepada Mantan Wali Kota Singkawang melakukan penyerobotan tanah milik warga.

“Saya, yang pernah membeli lahan di aera tersebut, kemudian transaksi jual beli terjadi pada belasan tahun silam dengan pemilik sebelumnya yaitu (alm) Yohanes,” ungkap Aloysius.

Seirigng waktu tanah dibeli oleh Tjhai Chui Mie. “”Tidak benar menyerobot, tidak mungkin demikian karena sekitar belasan tahun lalu saya ada beli tanah disana kemudian dibeli oleh Bu Tjhai Chui Mie” ungkapnya.

Dalam hal tersebut ia mengkritisi isi pemberitaan oleh media tersebut yang mengtakan seolah-olah aksi sewenang-wenangnya membuka lahan menggunakan eksavator oleh anggota keluarga mantan Wali Kota Singkawang.

“Pak Anen tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu, kita ini hidup di negara demokratis dan taat azas, bagaimana bisa disebut berperilaku demikian,” jelasnya.

Menurut keterangannya ia menceritakan bahwa belasan tahun silam dirinya membeli lahan tersebut masih berupa lahan kebun dan merupakan semak-semak. Berjalannya waktu tidak ada permasalahan terkait dengan kepemilikan lahan yang telah melalui jalur jual beli itu. Ia juga menyayangkan bahwa sekarang tiba-tiba terjadi seperti ini.

“Saya sangat menyayangkan, kok sekarang tiba-tiba disebut Ibu menyerobot, dulu itu lahan Pak Yohanes yang kemudian saya beli dan kemudian dijual, disana ada sebagian yang ada tanaman ada yang beli ada pohon duriannya ada juga bagian lahan yang bukan lahan kebun,” ungkap Aloysius.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menerima isu secara mentah-mentah, apalagi terkait dengan kasus ini yaitu penyerobotan lahan milik warga ini.

Sementara dalam narasi yang telah diterbitkan dalam media lokal online maupun nasional tentang pencatutanan nama Naziri Lurah Sagatani dan Febrianto Lumes mengenai adanya penyebutan sebagai utusan Tjhai Chui Mie, hal tersebut tidak benar.

Sementara menurut klarifikasi oleh Lurah Sagatani Naziri dan Febrianto Lumes Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), menggungkapkan bahwa benar ada pertemuan penyelesaian damai atau secara kekeluargaan terkait lahan Then Fa Ku di Kelurahan Sagatani di lapangan bahkan di kantor lurah.

Febrianto Lumes menegaskan bahwa ia bukan utusan Tjhai Chui Mie, melainkan ia merupakan anggota LPM di Keluarahan Sagatani dan ia dimintai oleh keluarga Then Fa Ku untuk menyampaikan kepada Tjhai Chui Mie.

“Saya tegaskan bahwa saya Febrianto Lumes bukan utusan Tjhai Chui Mei, tetapi saya adalah anggota LPM di Kelurahan Sagatani dan saya diminta oleh pihak keluarga Then Fa Ku untuk bantu menyampaikan kepada Tjhai Chui Mei” ungkap Lumes

Menurutnya kerena jabatannya di kelurahan Sagatani adalah anggota LPM maka sepantasnya dan menjadi tanggung jawabnya melayani masyarakat atau siapa saya yang membutuhkan pelayanan di wilayah Kelurahan Sagatani dan harus dilayani dengan baik.

“Karena jabatan saya di Kelurahan Sagatani adalah anggota LPM maka sudah menjadi tanggung jawab saya melayani masyarakat atau siapa saja yang membutuhkan pelayanan di wilayah kelurahan sagatani dan harus saya layani dengan baik,” ujar Lumes.

“Untuk itu lewat pemberitaan ini saya mengklarifikasi pemberitaan di media online di beberapa hari ini, jadi sekali lagi saya Febrianto Lumes menegaskan bahwa saya bukan utusan atau suruhan dari Chai Chui Mei,” tegas Lumes.

Sementara itu, menurut keterangan Naziri selaku Lurah Sagatani menjelaskan bahwa ia juga bukan utusan ataupun suruhan Tjhai Chui Mie, tetapi sebagai pejabat yang mewakili pemerintah untuk melyani dan memfasilitasi setiap permasalahan yang ada di wilayahnya.

“Saya sampai dengan saat ini di Kelurahan Sagatani tidak tahu bahwa masalah ini belum ada kejelasan ataupun melahirkan sebuah kesepakatan kedua belah pihak.” ungkap Naziri

Dalam kesempatan mengklarifikasi pemberitaan tersebut, Naziri, Febrianto Lumes, Lorensius selaku Ketua DAD Kecamatan Singkawang Selatan dan Basianus Muin Pasirah, yang juga adalah Ketua Adat di Kelurahan Sagatani.

Sedangkan Haryanto alias Anong Anggota DPRD Singkawang periode 2014-2019 menyangkan terkait pemberitaan yang diberitakan oleh salah satu media online mengenai dugaan penyerobotan tanah warga oleh mantan Wali Kota Singkawang di Kelurahan Sagatani. Menurutnya, apa yang diberitakan tersebut tentunya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Seorang Wali Kota Singkawang yang sudah banyak mengabdikan diri dan meraih prestasi untuk Kota Singkawang namun dicemarkan nama baik beliau,” ungkap Anong.

Anong meminta tolong kepada media di Singkawang, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Singkawang agar dapat mengembalikan nama baik ibu Tjhai Chui Mie atas kejadian yang sesungguhnya memberitakan tidak benar yang dialami olehnya

Lebih paranya pemeberitan tersebut mengaitkan dengan pejabat negara yang berada di pusat. Bahkan bapak Mahmud MD yang juga sudah memberikan klarifikasinya jika yang diberitakan itu tidak benar melalui sosial medinya pada tanggal 13 Mei 2023.

“Ia mengatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar atau hoaks, harusnya media yang bersangkutan juga harus emberikan klarifikasi kepada yang bersangkutan, karena pemberitaan tersebut dianggap telah menyesatkan akibat opininya sendiri” pinta Mahmud MD.

Terkait pemberitaan tersebut, menurutnya menjadi ramai dan gaduh dibicarakan oleh masyarakat Kota Singkawang. Meskipun pemberitaan tersebut tidak benar faktanya.

“Janganlah seperti itu, jika memang mau bersaing, bersainglah secara sehat” pesannya

 

tjhai chui mie agama | pelantikan walikota singkawang | pilkada singkawang | bandara singkawang | drs. h. sumastro m si | anak walikota singkawang | agama mayoritas singkawang | san keuw jong | Siapa nama Wali Kota Singkawang sekarang? | Singkawang mayoritas agama apa? | Siapa Walikota Singkawang 2023? | Singkawang kabupaten apa?
RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular