25 May 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeDaerahPengembangan Air Bersih Singkawang Dengan Sumber Air Baku Dari Danau Serantangan

Pengembangan Air Bersih Singkawang Dengan Sumber Air Baku Dari Danau Serantangan

Kalbar Sepekan – Direksi Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) berkatian dengan instalasi pengolahan air (IPA) dan intake air baku dari Danau Serantangan melaksanakan raoat koordinasi bersama Sumastro Pj. Wali Kota Singkawang yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Senin (10/4/2023).

Suriandi Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) mengatakan alternatif untuk lahan dekat pinggiran dari Danau Sarantangan seluas 14.920 m², nantinya akan dilakukan pembebasan lahan. Sedangkan itu luas yang dibutuhkan untuk membangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan intake air ini seluas 7.500 m² untuk biaya administrasi yang harus segera dibayarkan senilai Rp 255 juta untuk pengembangan air bersih Singkawang.

Baca Juga : IPHI Kota Singkawang Memberikan Santunan Kepada Dhuafa

Sementara untuk penyediaan air bersih di bandara, Suriandi mengatakan instalasi pengolahan air Perumda AMGP diasumsikan memakan biaya sebesar Rp 6 miliar yang nantinya diangsur selama 5 tahun. Asumsi biaya ini menurut Suriandi masih belum termasuk dengan biaya listrik, biaya bahan kimia, biaya pemeliharaan dan juga biaya pegawai untuk upaya pengembangan air bersih Singkawang.

Sumastro Pj. Wali Kota Singkawang menanggapi dari hal tersebut dan meminta penetapan lokasi yang disepakati terkit pembebasan lahan pada rapat tersebut agar untuk segera di bayarkan. Sementara untuk penyediaan air bersih di Bandara telah disepakati akan menggunakan sumur bor terlebih dahulu hingga pada tahapan pengembangan lebih lanjut.

Sumastro mengatakan “Kita mau menyepakati dan sudah final pengadaan tanah untk pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan intake air baku Danau Serantangan. Berikutnya, penyediaan air bersih untuk di bandara sementara masih terbatas opsi yang kita sepakati dengan sumur bor dulu. Sumur bor unruk bandara di saluran terdekat,”

Ia juga mengungkapkan bila menggunakan sistem pengolahan air minum yang ditawarkan, biaya untuk kebutuhan air tersebut biayanya terlalu besar. Apalagi bila konsumennya terbatas, akibatnya nanti tidak terpakai dan air yang disediakan tidak tersalurkan akibatnya air tersebut mubazir. Sumastro juga mengatakan Pemerintah Kota Singkawang mencoba alternatif lokasi mana yang lebih tepat untuk dialiri dengan sistem ini.

“Karena kalau dengan sistem pengolahan air minum yang ditawarkan, cost (biaya) nya itu terlalu besar. Kalau konsumennya terbatas, jadi idle (tidak terpakai). Air yang disediakan tidak tersalurkan berarti mubazir. Karena itu kita coba cari alternatif lokasi mana yang paling tepat untuk dialiri dengan sistem ini,” tambah Sumastro

Sumber Informsi : SI-AGEN 126 Kota Singkawang

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular