13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaInformasiWisata Goa Kumpe Sanggau Ledo: Pesona Hidden Gem Karst Viral di Bengkayang

Wisata Goa Kumpe Sanggau Ledo: Pesona Hidden Gem Karst Viral di Bengkayang

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBARSEPEKAN.COM – Jika Anda sedang mencari destinasi wisata alam bernuansa eksotis di Kalimantan Barat yang belum tersentuh hiruk-pikuk komersialisasi berlebih, nama Goa Kumpe wajib masuk dalam daftar prioritas. Terletak di kawasan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, kawasan formasi karst ini mendadak viral di berbagai platform media sosial berkat lanskap dalam goanya yang magis dan sangat photogenic apa lagi nayamnya Goa Kumpe Sanggau Ledo.

Bukan sekadar deretan bebatuan gelap, Goa Kumpe menawarkan visual memukau berupa pendaran sinar matahari yang menembus celah-celah langit goa (ray of light), sulur-sulur akar pohon purba yang menjalar alami, serta udara sejuk khas kawasan karst yang masih sangat murni.

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

Ringkasan Tentang Goa Kumpe

Informasi Utama Detail Kunjungan
Lokasi Utama Dusun Sejajah, Desa Bange, Kec. Sanggau Ledo, Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat
Kode Pos 79284
Jarak dari Jalan Nasional ±2 kilometer (Sangat mudah diakses roda 2 & roda 4)
Waktu Terbaik Kunjungan Musim Kemarau (Pukul 09.00 – 13.00 WIB untuk fenomena pendaran cahaya)
Kontak Pengelola (Pokdarwis) Candana (0858-2138-3787) / Marsi (0852-5204-3893)
Kontak Dinas (DISPORAPAR) Disporapar Kabupaten Bengkayang (0562) 441879)

Sejarah Terbentuknya dan Perkembangan Viral Goa Kumpe

Goa Kumpe Goa Bawant Bengkayang
Goa Kumpe (Goa Bawant) yang ada di Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang ini wajib kamu kunjungi

Secara geologis, Goa Kumpe bukanlah objek buatan manusia, melainkan formasi lorong batuan kapur (karst) alami yang telah mengalami proses pengikisan air dan pelapukan batuan selama ribuan hingga jutaan tahun. Di sekitar kompleks ini, terdapat pula sistem goa karst pendukung seperti Goa Bawant, Goa Gimbang, Goa Ngadant, Goa Belanga, dan Goa Tagag.

Potensi wisata ini mulai terangkat ke permukaan pada awal tahun 2024. Warga Dusun Sejajah secara berswadaya melakukan pembersihan lahan, membuka akses jalan masuk sederhana, dan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) lokal.

Pergerakan warga ini kemudian mendapat perhatian dari tim lapangan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bengkayang yang melakukan survei pemetaan langsung pada 27 Desember 2024. Promosi berlanjut hingga mendapat perhatian anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ibu Neneng, S.Sos., M.Sos., pada Mei 2025, hingga akhirnya dibuka secara penuh dan viral luas di masyarakat.

Legenda Asal-usul: Cinta Segitiga Bidadari Kumpe, Bawant, dan Gimbang

Daya tarik Goa Kumpe makin memikat karena dibalut dengan tuturan cerita rakyat setempat. Menurut penuturan Bapak Ican, Ketua Pokdarwis Sejajah, nama Kumpe diambil dari sosok wanita paras bidadari dari kampung tetangga yang menjadi rebutan dua bersaudara kandung bernama Bawant (sang kakak) dan Gimbang (sang adik).

Alkisah pada zaman dahulu, Bawant dan Gimbang hidup sangat rukun. Namun, hubungan tersebut merenggang saat Gimbang secara tidak sengaja bertemu dan jatuh cinta dengan Kumpe. Bawant yang penasaran kemudian mengamati sosok Kumpe dari kejauhan dan rupanya turut menaruh hati pada wanita yang sama.

Didorong rasa cemburu dan niat menguasai Kumpe, Bawant berpura-pura mengajak Gimbang berburu di kawasan hutan bebatuan terjal. Di tepi sebuah lubang goa yang dalam, Bawant mendorong adiknya hingga jatuh ke dasar goa, lalu meninggalkan Gimbang yang dikiranya telah tewas.

Kisah Bertahan Hidup Gimbang:
Untuk bertahan hidup di kegelapan dalam tanah, Gimbang menangkap kelelawar, menjepitnya di ketiak hingga lemas, lalu mengonsumsinya. Suatu hari, ia melihat setitik pendaran cahaya di dinding batu. Dengan jemari dan alat seadanya, Gimbang menggali dinding tersebut hingga berhasil menembus celah keluar yang terhubung ke lorong goa sebelah.

Ketika kembali ke kampung halaman dengan kondisi lusuh, betapa hancurnya hati Gimbang saat mengetahui Kumpe telah menerima pinangan Bawant karena mengira Gimbang telah hilang tanpa kabar.

Meski telah terikat pernikahan dengan Bawant, hati Kumpe tetap terpaut pada Gimbang. Merasa bersalah dan depresi atas situasi romansa tersebut, Kumpe akhirnya melarikan diri dan mengasingkan diri di dalam sebuah goa. Goa pengasingan itulah yang kini dinamakan Goa Kumpe (simbol kepasrahan wanita), sementara dua goa di dekatnya dinamakan Goa Bawant dan Goa Gimbang (simbol ksatria pria).

Untuk memasuki Goa Gimbang saat ini, pengunjung harus melewati ruang utama Goa Bawant terlebih dahulu, lalu merangkak melewati celah sempit yang menghubungkan kedua lorong goa tersebut.

Daya Tarik Utama dan Keunikan Goa Kumpe

Mengapa para pecinta petualangan alam harus mengagendakan kunjungan ke tempat ini? Berikut adalah keunikan otentik yang ditawarkannya:

1. Pendaran Sinar “Cahaya Surga” (Ray of Light)

Di waktu-waktu tertentu, terik matahari siang menembus rongga atau celah vertikal di atap goa. Pembiasan cahaya yang membelah kegelapan interior goa menciptakan pemandangan spektakuler yang sangat cocok untuk berfoto atau videografi dokumenter.

2. Akar Pohon Purba Menjalar

Sisi dinding dan langit-langit Goa Kumpe dipenuhi sulur dan akar pohon raksasa yang menembus batuan kapur. Kehadiran elemen vegetasi ini memancarkan nuansa petualangan rimba yang masih sangat murni dan alami.

3. Ekosistem Karst yang Terjaga

Sebagai kawasan yang baru dibuka, ekosistem di dalam goa relatif belum terjamah pencemaran. Keberadaan koloni kelelawar lokal dan kelembapan khas lingkungan karst menjadi nilai edukasi ekologi yang berharga bagi para peneliti maupun pelajar.

Panduan Akses dan Rute Perjalanan

Aksesibilitas menuju Goa Kumpe tergolong aman dan fleksibel untuk berbagai moda transportasi:

1. Rute dari Luar Daerah (Via Udara):

  • Mendarat di Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak).
  • Melakukan perjalanan darat menuju pusat Kota Bengkayang (Taman Kota Bumi Sebalo) sejauh ± 174 km (durasi tempuh sekitar 4 jam).

2. Rute dari Kota Bengkayang ke Sanggau Ledo:

  • Dari Taman Kota Bumi Sebalo, ambil jalur utama menuju Kecamatan Sanggau Ledo/Dusun Sejajah sejauh ± 55,1 km (durasi tempuh sekitar 1,5 jam menggunakan mobil atau sepeda motor).

3. Titik Masuk (Jalan Utama ke Goa):

  • Setelah tiba di persimpangan jalan nasional Dusun Sejajah (Desa Bange), belok menuju akses jalan lokal sejauh 2 kilometer, lalu masuk jalan masuk area goa sekitar 300 meter.
  • Kendaraan dapat diparkir di tempat parkir warga. Kunjungan dilanjutkan dengan berjalan kaki ringan selama 15 menit menyusuri rimbunnya pemandangan sekitar hingga menemukan tangga turun ke mulut goa.

Tips Persiapan dan Etika Kunjungan

Untuk memastikan kunjungan berjalan lancar dan aman, perhatikan rekomendasi persiapan berikut:

  • Peralatan Wajib: Bawa alat penerangan mandiri seperti headlamp atau senter, mengingat area dalam goa belum dipasangi instalasi listrik permanen.
  • Alas Kaki & Pakaian: Pakai sepatu gunung atau sandal outdoor anti-selip karena permukaan tanah dan batuan goa cenderung basah dan licin.
  • Perbekalan: Siapkan air minum dan makanan ringan secukupnya. Ingat untuk selalu membawa pulang kembali kantong sampah plastik Anda (pack it in, pack it out).
  • Patuhi Petunjuk Pemandu: Selalu didampingi oleh pemandu dari Pokdarwis Sejajah saat mengeksplorasi lorong goa demi keselamatan diri dan kelestarian formasi batuan.

Dengan keaslian alam, kisah legenda yang unik, serta kemudahan aksesibilitasnya, Goa Kumpe di Sanggau Ledo ini menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Bengkayang.

Pertanyaan Umum Seputar Wisata Goa Kumpe (FAQ)

1. Kapan Goa Kumpe resmi dibuka untuk umum?

Goa Kumpe dibuka secara resmi untuk publik sejak akhir Mei 2025, menyusul selesainya penataan jalur awal oleh Pokdarwis Sejajah dan dinas terkait.

2. Apakah di lokasi Goa Kumpe tersedia sinyal telepon seluler?

Ya, karena lokasinya hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga Dusun Sejajah dan perlintasan jalan nasional, sinyal telekomunikasi seluler masih terjangkau dengan baik di area luar/sekitar goa.

3. Bagaimana dengan fasilitas MCK di lokasi Goa Kumpe Sanggau Ledo?

Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Goa Kumpe Sanggau Ledo saat ini masih bertipe darurat/sederhana yang disediakan oleh pengelola Pokdarwis di sekitar area parkir kendaraan.

Penulis : ChD | Editor : Multi J.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Iklan Kami -spot_img

Postingan Terbaru