RINGKASAN BERITA
- Waktu Puncak Bulan Purnama (Buck Moon): Rabu, 29 Juli 2026 pukul 21.35 WIB / 22.35 WITA / 23.35 WIT.
- Fenomena Spesial: Diiringi parade planet (Venus, Saturnus, Mars, Merkurius) dan rona warna oranye saat terbit.
- Akses Pengamatan: Dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia yang berlangit cerah.
KALBARSEPEKAN.COM – Fenomena astronomi memukau, bulan purnama Buck Moon, dipastikan menghiasi langit malam Indonesia pada Rabu (29/7/2026). Bulan purnama Juli ini menjadi momen istimewa bagi para pencinta langit karena hadir bersamaan dengan parade sejumlah planet bertetangga.
Data kalender astronomi In The Sky mencatat bahwa fase puncak Buck Moon terjadi pada pukul 21.35 WIB (22.35 WITA / 23.35 WIT). Kendati demikian, pengamat sudah dapat menikmati keindahannya sesaat setelah Matahari terbenam hingga menjelang fajar.
Apa Itu Universitas Republik Indonesia, Tugas dan Fungsinya? Simak Penjelasan Lengkapnya
Bulan Purnama Mengapa Bernama ‘Buck Moon’ dan Berwarna Oranye?
Istilah Buck Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika Utara yang menandai periode tumbuhnya kembali tanduk rusa jantan (buck) pada pertengahan musim panas. Dalam budaya lain, purnama ini juga dikenal sebagai Thunder Moon atau Salmon Moon.
Saat baru terbit di ufuk timur, Bulan akan memancarkan rona kemerahan atau oranye hangat. Fenomena visual ini terjadi akibat pembiasan Rayleigh scattering, di mana cahaya Bulan menembus lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal sehingga menyaring gelombang cahaya biru dan meloloskan rona merah-oranye ke mata pengamat.
Fenomena kali ini sekaligus menjadi purnamareguler terakhir sebelum memasuki musim gerhana ganda (gerhana matahari total dan gerhana bulan sebagian) pada Agustus 2026 mendatang.
Parade 4 Planet di Langit Malam
Selain penampilan Bulan yang megah, pengamatan malam ini makin spesial dengan hadirnya empat planet tetangga:
- Venus: Tampak sangat terang di ufuk barat tepat setelah Matahari terbenam.
- Saturnus, Mars, & Merkurius: Muncul berderet membentuk pola busur bersama Bulan di langit timur.
4 Tips Penting Mengamati Buck Moon di Indonesia
Agar pengalaman mengamati puncak purnama Buck Moon lebih maksimal, simak beberapa panduan praktis berikut:
- Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Pilih area terbuka yang jauh dari lampu jalan atau gedung bertingkat, seperti pantai, lapangan, atau area perbukitan.
- Amati Sesaat Setelah Matahari Terbenam: Ini adalah waktu terbaik untuk menyaksikan efek “Ilusi Bulan” (Moon Illusion) dan rona oranye yang eksotis.
- Gunakan Alat Bantu (Opsional): Meski dapat dilihat jelas dengan mata telanjang, penggunaan teropong binokular atau teleskop kecil akan membantu memperlihatkan kawah-kawah Bulan secara detail.
- Pantau Prakiraan Cuaca: Pastikan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan mendung tebal.
Penulis : ChD | Editor : Multi J.



