5 March 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeDaerahSambas2 Hektare Lahan Gambut di Selakau Timur Terbakar

2 Hektare Lahan Gambut di Selakau Timur Terbakar

Sambas (Kalbar Sepekan) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kali ini api melahap sekitar dua hektare lahan gambut di Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur. Peristiwa tersebut langsung mendapat respons dari tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang yang turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Komandan Regu (Dandru) Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Ersan, mengatakan kebakaran diketahui setelah tim melakukan pemantauan di lapangan dan menemukan adanya titik api yang membakar area lahan masyarakat. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

“Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas area terbakar sekitar dua hektare dan pada hari pertama kami berhasil memadamkan kurang lebih satu hektare,” ujar Ersan saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, vegetasi yang terbakar terdiri dari pakis, semak belukar, serta beberapa tanaman milik masyarakat seperti kelapa, nanas, dan kelapa sawit. Area tersebut berada di atas lahan gambut dengan status kawasan Hutan Produksi (HP). Karakteristik kebakaran yang terjadi juga tergolong sebagai ground fire atau kebakaran bawah permukaan yang membuat api merambat di dalam tanah gambut.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga terus menyala di bawah tanah. Pada hari pertama operasi pemadaman, tim berhasil mengendalikan api di area seluas sekitar satu hektare. Namun, sejumlah titik api masih terpantau di lokasi lain yang sulit dijangkau oleh petugas.

Selain kondisi lahan gambut, kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Sumber air terdekat hanya berasal dari sebuah parit kecil dengan lebar sekitar satu meter dan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Debit air yang minim membuat pasokan air tidak cukup untuk mendukung pemadaman dalam skala besar.

“Kendala utama di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Parit yang ada debitnya kecil sehingga belum cukup untuk mendukung pemadaman secara maksimal,” jelas Ersan.

Ia menambahkan, operasi pemadaman tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Ground Check (GC) yang dilakukan pada Senin (2/3/2026). Setelah titik api teridentifikasi, tim segera menyusun strategi penanganan melalui briefing internal sebelum turun ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan prioritas area yang harus dipadamkan terlebih dahulu agar api tidak meluas ke wilayah lain.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan empat unit mesin pompa air guna menekan penyebaran api serta mengurangi kepulan asap yang muncul dari lahan gambut yang terbakar. Meski demikian, keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman tidak dapat berjalan secara optimal.

Setelah dilakukan evaluasi di lapangan, tim akhirnya memutuskan untuk menarik sementara personel dan peralatan kembali ke Markas Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang. Penarikan ini dilakukan untuk menyusun laporan hasil penanganan serta melakukan evaluasi lanjutan terkait strategi pemadaman berikutnya.

“Untuk sementara kami melakukan penarikan personel dan peralatan karena sumber air tidak mencukupi. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah lanjutan,” tegasnya.

Upaya penanganan kebakaran ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Selain personel Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, operasi di lapangan juga didukung oleh Koramil Selakau, Polsek Selakau, KPH Sambas, BPBD Kabupaten Sambas, Damkar PT Tanjung Ru, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pemadaman.

Pihak Manggala Agni memastikan pemantauan di lokasi kebakaran akan terus dilakukan guna mencegah api kembali meluas. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga akan diperkuat agar upaya pengendalian kebakaran dapat dilakukan secara maksimal.

“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar pengendalian kebakaran di wilayah tersebut dapat berjalan maksimal,” pungkas Ersan.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular