1 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaTjhai Chui Mie Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE di...

Tjhai Chui Mie Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE di Borobudur

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Magelang (Kalbar Sepekan) – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menghadiri rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan Candi Mendut dan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 30 hingga 31 Mei 2026.

Kehadiran Tjhai Chui Mie dalam perayaan keagamaan umat Buddha terbesar di Indonesia tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Singkawang terhadap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, kerukunan, serta kehidupan beragama yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Diklat Paralayang di Rindu Alam Singkawang, Lanud Harry Hadisoemantri Perkuat Pembinaan Olahraga Dirgantara

Diklat Paralayang di Rindu Alam Singkawang, Lanud Harry Hadisoemantri Perkuat Pembinaan Olahraga Dirgantara

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi sakral pengambilan dan penyakralan Air Berkah Umbul Jumprit yang kemudian dibawa menuju Candi Mendut sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun dalam peringatan Hari Raya Waisak. Prosesi tersebut diikuti oleh para bhikkhu, umat Buddha, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Selanjutnya, pada puncak perayaan Waisak Nasional 2570, Tjhai Chui Mie turut mengikuti prosesi agung yang berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha berjalan khidmat sambil membawa lilin dan melantunkan doa sebagai simbol perjalanan spiritual menuju pencerahan.

Di kawasan Candi Borobudur, Wali Kota Singkawang mengikuti berbagai rangkaian ibadah yang berlangsung hingga Detik-Detik Waisak, mulai dari doa bersama, meditasi, hingga perenungan yang menjadi bagian penting dalam perayaan Tri Suci Waisak. Momentum tersebut menjadi waktu refleksi bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Pada malam harinya, Tjhai Chui Mie juga menghadiri Dharmasanti Waisak Nasional 2570 BE yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat persatuan bangsa. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, serta perwakilan umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia.

Perayaan Waisak tahun ini mengangkat tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai moral, kebijaksanaan, dan kasih sayang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia dan dunia melalui sambungan virtual pada puncak perayaan, Minggu (31/5/2026).

Presiden menegaskan bahwa semangat Waisak hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Presiden, Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, adat, dan tradisi. Namun, seluruh rakyat Indonesia memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang damai, adil, makmur, dan sejahtera.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Semangat gotong royong, saling membantu, dan kepedulian terhadap sesama dinilai menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Presiden Prabowo menilai ajaran Buddha yang mengedepankan welas asih, toleransi, dan kebijaksanaan memiliki peran penting dalam memperkuat karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian.


Bagi Kota Singkawang yang dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, kehadiran Tjhai Chui Mie dalam perayaan Waisak Nasional 2570 juga menjadi simbol komitmen daerah dalam menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Waisak diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, serta penuh kasih sayang.

Melalui peringatan Tri Suci Waisak tahun ini, semangat kebijaksanaan, perdamaian, dan cinta kasih diharapkan tidak hanya menjadi refleksi spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh bangsa Indonesia dalam mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.

Penulis : ChD | Editor : Multi J.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Iklan Kami -spot_img

Postingan Terbaru