Sanggau (Kalbar Sepekan) – Sebanyak 16 orang jamaah haji asal Kabupaten Sanggau dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Jumlah tersebut merupakan kuota resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah untuk wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau, M Hasbi, menjelaskan bahwa dari total 16 orang jamaah yang berangkat tersebut terdiri dari 11 jamaah reguler, dua jamaah lanjut usia (lansia), serta tiga orang pendamping mahram. Seluruh jamaah ini nantinya akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 bersama jamaah dari sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat.
Menurut Hasbi, kloter 14 merupakan kloter gabungan yang berisi jamaah dari beberapa kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Sanggau, Landak, Bengkayang, Sambas, Kota Singkawang, serta Kota Pontianak. Para jamaah tersebut dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama keberangkatan haji Indonesia dengan rute perjalanan dari Batam menuju Madinah.
“Insya Allah jamaah-jamaah tersebut sudah melewati seluruh proses administrasi seperti pembuatan paspor, pengurusan visa, serta telah tergabung dalam kloter 14,” ujar Hasbi saat memberikan keterangan mengenai persiapan keberangkatan jamaah haji tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, para jamaah akan terlebih dahulu mengikuti rangkaian manasik haji di Kabupaten Sanggau yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April 2026. Kegiatan manasik tersebut bertujuan memberikan pembekalan kepada jamaah terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji agar mereka dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan benar.
Setelah mengikuti manasik, para jamaah dijadwalkan berangkat menuju Batam pada 5 Mei 2026. Selanjutnya, sehari kemudian atau pada 6 Mei 2026, mereka akan diberangkatkan menuju Madinah bersama jamaah lainnya dalam kloter yang sama.
Hasbi juga menjelaskan bahwa sistem pembagian kuota haji saat ini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya pembagian kuota lebih banyak mempertimbangkan jumlah populasi penduduk di suatu daerah, kini sistem pemberangkatan lebih mengutamakan mekanisme daftar tunggu atau waiting list.
Dengan sistem tersebut, jamaah yang mendaftar lebih awal memiliki peluang lebih besar untuk berangkat terlebih dahulu dibandingkan jamaah yang baru mendaftar belakangan.
“Kita hanya mengikuti kuota per provinsi. Saat ini ada sekitar 49 ribu lebih jamaah yang terdaftar di Provinsi Kalimantan Barat dan pemberangkatannya berdasarkan waiting list,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kuota haji untuk Provinsi Kalimantan Barat secara keseluruhan mencapai sekitar 1.800 jamaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.400 jamaah berasal dari Kota Pontianak, sementara sisanya dibagi ke 14 kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Barat.
Untuk Kabupaten Sanggau sendiri, kuota yang diberikan pada tahun 2026 hanya sebanyak 11 jamaah reguler. Jumlah tersebut kemudian ditambah dua jamaah lansia serta tiga orang pendamping mahram sehingga total jamaah yang akan berangkat mencapai 16 orang.
Hasbi juga mengungkapkan bahwa jamaah yang akan berangkat pada tahun 2026 sebenarnya merupakan jamaah cadangan dari tahun 2025 yang sebelumnya telah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Terkait kemungkinan perubahan kuota di masa mendatang, Hasbi mengaku belum dapat memastikan apakah jumlah jamaah haji dari Kabupaten Sanggau akan bertambah atau justru tetap terbatas. Namun, dengan sistem waiting list yang berlaku saat ini, ada kemungkinan beberapa tahun ke depan tidak ada pemberangkatan jamaah dari daerah tersebut.
“Kalau mengikuti mekanisme waiting list seperti sekarang, kemungkinan pada tahun 2027, 2028, dan 2029 tidak ada jamaah haji dari Sanggau yang berangkat,” jelasnya.
Meski demikian, ia memperkirakan jumlah jamaah haji dari Kabupaten Sanggau bisa kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, menurut perhitungan sementara, ada potensi pada tahun 2030 jumlah jamaah yang berangkat bisa mencapai lebih dari 200 orang.
Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat pun berharap para jamaah yang akan berangkat tahun ini dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi kesehatan, mental, maupun pemahaman ibadah, sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.



