25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahSambasGaram Paloh Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga Paloh

Garam Paloh Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga Paloh

Sambas (Kalbar Sepekan) – Perubahan signifikan terjadi di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, di mana produksi garam kini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Jika sebelumnya warga mengandalkan hasil kebun dan melaut yang tidak menentu, kini usaha garam rakyat justru menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan.

Kepala Desa Sebubus, Irpan Riadi, menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi secara bertahap sejak masyarakat mulai mengembangkan produksi garam sebagai alternatif mata pencaharian. Kondisi ekonomi yang sebelumnya sulit, bahkan mendorong banyak warga merantau ke luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI), kini mulai berangsur membaik.

“Sebelum ada garam, masyarakat kami di sini berkebun dan menjadi nelayan. Itu pun hasilnya tidak menentu,” ujar Irpan saat ditemui di Sebubus, Kamis (23/4/2026).

Guru PPPK Paruh Waktu di Sambas Belum Menerima Gaji

Guru PPPK Paruh Waktu di Sambas Belum Menerima Gaji

Ia mengungkapkan, keterbatasan lapangan pekerjaan di desa sempat menjadi persoalan utama. Banyak warga terpaksa meninggalkan kampung halaman demi mencari penghidupan yang lebih layak. Namun, sejak usaha garam berkembang, kondisi tersebut mulai berubah.

Kini, produksi garam tidak hanya menjadi alternatif, tetapi telah bertransformasi menjadi sektor utama penggerak ekonomi desa. Hampir sebagian besar masyarakat terlibat langsung dalam aktivitas produksi, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.

Irpan menjelaskan, proses pembuatan garam di wilayah tersebut relatif sederhana, terutama bagi warga yang telah memahami tekniknya. Air laut disedot dan ditampung dalam media tertentu selama 5 hingga 10 hari hingga akhirnya menghasilkan kristal garam siap panen.

“Kalau sudah paham ilmunya, prosesnya sangat mudah dan menguntungkan. Dalam sehari hasilnya bisa mencapai 45 ton,” jelasnya.

Produksi dalam jumlah besar tersebut menjadi indikator bahwa sektor garam di Desa Sebubus memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru di desa, sehingga warga tidak lagi harus bergantung pada pekerjaan di luar daerah atau luar negeri.

Saat ini, produksi garam di Desa Sebubus dikelola secara kolektif oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Kampak Indah. Kelompok ini menjadi motor penggerak dalam mengorganisir produksi sekaligus menjaga kualitas hasil garam yang dipasarkan.

Meski perkembangan sektor garam cukup pesat, Irpan berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Dukungan tersebut terutama terkait penyediaan sarana dan prasarana produksi, seperti penambahan fasilitas tunnel yang dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

“Harapan kami ada dukungan dari pemerintah untuk penambahan fasilitas. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri karena lapangan kerja sudah tersedia di desa,” ujarnya.


Keberhasilan Desa Sebubus dalam mengembangkan produksi garam menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, sektor ini diyakini mampu terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Kini, garam dari Paloh tidak hanya menjadi komoditas biasa, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir yang mampu mandiri di tanah sendiri.

Penulis : ChD | Editor : Multi J.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Iklan Kami -spot_img

Postingan Terbaru