Memasang keramik baru memerlukan persiapan yang matang agar hasilnya benar-benar optimal. Sebelum memulai proses pemasangan, pastikan Anda memilih perekat yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi area aplikasi.
Pemilihan yang tepat akan sangat menentukan kekuatan daya rekat sekaligus ketahanan lantai dalam jangka panjang.
Selain itu, kondisi permukaan dasar juga wajib diperiksa secara menyeluruh. Permukaan yang rata dan bersih membantu proses pemasangan lebih presisi. Dengan pengecekan yang tepat, Anda dapat menghindari risiko keramik mudah copot.
5 Hal yang Harus Dicek Sebelum Pasang Keramik Baru
Untuk menghindari risiko retak, kopong, atau hasil yang tidak rata, penting untuk mengecek kualitas keramik yang Anda gunakan. Inilah beberapa hal yang tidak boleh dianggap sepele:
1. Kondisi Permukaan Dasar (Substrate)
Pastikan lantai atau dinding dalam kondisi rata, bersih, dan kokoh. Gunakan waterpass untuk memastikan tidak ada bagian yang bergelombang.
Permukaan harus bebas dari debu, minyak, maupun sisa material lama. Dasar yang stabil membantu keramik menempel sempurna tanpa rongga udara.
2. Kesesuaian Ukuran dan Tipe Keramik
Periksa setiap keramik dari kemungkinan retak atau cacat produksi. Pastikan jumlah keramik mencukupi, termasuk cadangan untuk potongan sudut.
Jika menggunakan keramik tanah liat, rendam selama lima belas hingga tiga puluh menit. Langkah ini mencegah keramik menyerap air berlebihan dari adukan semen.
3. Pemilihan Perekat Keramik yang Tepat
Pilih jenis perekat keramik sesuai ukuran dan tipe ubin yang digunakan. Untuk renovasi tile-on-tile, gunakan produk khusus dengan daya rekat tinggi.
Sesuaikan jenis mortar dengan kondisi area, baik kering maupun lembap. Pemilihan yang tepat membantu mencegah risiko keramik kopong atau terlepas.
4. Teknik dan Alat yang Digunakan
Siapkan trowel bergigi untuk memastikan ketebalan adukan tersebar secara merata. Anda bisa menggunakan spacer agar jarak nat tetap konsisten dan rapi.
Selain itu, benang bantu dapat membantu menjaga susunan tetap lurus dan presisi, sementara palu karet berguna untuk menyesuaikan posisi ubin tanpa merusak permukaannya.
5. Faktor Lingkungan dan Kelembapan
Pastikan Anda memperhatikan kondisi suhu dan tingkat kelembapan sebelum proses pemasangan dimulai. Lingkungan yang terlalu lembap dapat memengaruhi waktu pengeringan perekat sehingga hasilnya kurang maksimal.
Selain itu, hindari pemasangan ketika permukaan masih basah atau tergenang air. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, daya rekat dapat tetap optimal dan hasil pemasangan menjadi lebih kuat serta tahan lama.
Cara Pasang Keramik yang Tepat agar Tidak Mudah Copot
Teknik pemasangan yang benar akan sangat menentukan daya tahan keramik di rumah Anda. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa mencegah risiko keramik kopong, retak, atau terangkat.
1. Aplikasikan Perekat Keramik Menggunakan Roskam Bergerigi
Gunakan roskam bergerigi untuk meratakan adukan di atas permukaan dasar secara merata. Alat ini membantu membentuk alur yang membuat distribusi material lebih konsisten.
Dengan demikian, ketebalan lapisan dapat terkontrol dan tidak menumpuk pada satu titik. Berkat penggunaan roskam, perekat dapat menempel lebih optimal pada lantai sehingga hasil pemasangan menjadi lebih kuat dan rapi.
2.Oleskan Perekat Secara Merata Tanpa Menyisakan Rongga Udara
Pastikan seluruh bidang tertutup adukan tanpa bagian yang terlewat. Rongga udara di bawah keramik dapat memicu bunyi kopong.
Lapisan yang penuh membantu meningkatkan kekuatan ikatan jangka panjang. Permukaan yang tertutup sempurna juga mencegah retakan akibat tekanan beban.
3.Gunakan Teknik Double Buttering untuk Keramik Ukuran Besar
Teknik ini dilakukan dengan mengoleskan adukan pada lantai dan belakang keramik. Cara tersebut sangat efektif untuk ubin berukuran besar atau berat.
Lapisan ganda membantu memaksimalkan kontak antara keramik dan substrat. Dengan metode ini, Anda dapat mengurangi risiko keramik mudah terlepas.
4. Tekan dan Posisikan Keramik dengan Presisi
Setelah ditempatkan, tekan keramik secara perlahan agar melekat rata. Gunakan palu karet untuk menyesuaikan posisi tanpa merusak permukaan.
Pastikan setiap sisi sejajar dan tidak lebih tinggi dari sekitarnya. Penempatan presisi membantu menghasilkan lantai yang rapi dan stabil.
5. Beri Jarak Nat yang Cukup untuk Mengakomodasi Pergerakan
Gunakan tile spacer agar jarak antar keramik tetap konsisten. Celah nat membantu mengantisipasi muai-susut akibat perubahan suhu.
Selain itu, jarak yang tepat juga memudahkan proses pengisian grout nantinya. Hasil akhir terlihat lebih simetris dan profesional.
6.Hindari Menginjak Area Sebelum Perekat Benar-Benar Kering
Setelah pemasangan, biarkan keramik mengering setidaknya dua puluh empat jam. Menginjak terlalu cepat dapat mengganggu posisi dan daya rekatnya.
Pastikan area terlindung dari beban berat selama proses pengeringan. Dengan menunggu waktu yang cukup, Anda menjaga hasil pemasangan tetap optimal.
Ini Rahasianya Agar Keramik Tak Mudah Copot!
Pemasangan keramik yang kuat selalu diawali dengan persiapan matang dan teknik yang tepat. Dengan memilih perekat keramik berkualitas serta mengikuti langkah pemasangan yang benar, Anda bisa memastikan hasil lebih kokoh dan tahan lama.
Sika merupakan perusahaan internasional yang telah berkiprah lebih dari 115 tahun dalam menghadirkan solusi konstruksi inovatif. Pengalamannya terbukti melalui keterlibatan pada berbagai proyek berskala besar di dunia.
Salah satunya seperti pembangunan MRT di Indonesia dan Jembatan Alalak di Kalimantan. Di Indonesia, Sika juga dikenal sebagai pelopor teknologi waterproofing berbasis semen.
Inovasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai mitra tepercaya untuk sistem lantai dan dinding bangunan.
Adapun produk unggulan SikaCeram Series diantaranya antara lain:
SikaCeram-255 Big Slab dirancang dengan tingkat deformabilitas tinggi sehingga mampu meminimalkan risiko pergeseran vertikal. Produk ini memiliki waktu kerja lebih panjang serta menghasilkan aplikasi yang rapi dan halus untuk pemasangan keramik berukuran besar.
SikaCeram-200 TA Tilefix menawarkan kekuatan rekat optimal, ideal untuk area yang sering terendam air dan mendukung metode tile on tile. Sementara itu, SikaCeram-180 TileFix diformulasikan khusus untuk granit dan dinding area basah, dengan penggunaan praktis cukup ditambah air.
SikaCeram-150 CA TileFix direkomendasikan untuk lantai area kering dengan performa rekat yang stabil. Secara keseluruhan, lini SikaCeram dirancang efisien, mudah diaplikasikan, dan mendukung hasil pemasangan keramik yang lebih awet.
Untuk hasil maksimal dan pilihan produk terpercaya, dapatkan produk Sika resmi di marketplace Sika Official Store sekarang juga!



