Sanggau (Kalbar Sepekan) – Jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Pancur Aji, Kabupaten Sanggau, mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut tercatat sejak 2024 hingga 2025 dan berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sanggau, Libertus Toto Martono, pada Jumat, 16 Januari 2026.
Libertus menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun Disporapar, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pancur Aji pada tahun 2024 mencapai 62.791 orang. Namun, angka tersebut menurun pada tahun 2025 menjadi 52.072 orang. Penurunan tersebut setara dengan sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menjadi salah satu indikator melemahnya aktivitas pariwisata di daerah tersebut.
Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada geliat pariwisata, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap penerimaan PAD Disporapar Kabupaten Sanggau. Data mencatat, total PAD Disporapar pada tahun 2024 mencapai Rp525.823.000. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut mengalami penurunan cukup tajam menjadi Rp388.343.000.
“Penurunan PAD ini sejalan dengan berkurangnya aktivitas kunjungan wisata, khususnya di objek wisata Pancur Aji. Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama, karena sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak ekonomi daerah,” ujar Libertus.
Ia mengungkapkan, meskipun mengalami penurunan, Pancur Aji masih menjadi objek wisata yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD Disporapar Kabupaten Sanggau. Pada tahun 2024, PAD yang bersumber dari Pancur Aji tercatat sebesar Rp380.080.000. Angka tersebut kembali menurun pada tahun 2025 menjadi Rp329.748.000.
“Walaupun nilainya menurun, kontribusi Pancur Aji masih sangat dominan. Pada 2025, objek wisata ini menyumbang sekitar 84 persen dari total PAD Disporapar. Ini menunjukkan bahwa Pancur Aji tetap menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Sanggau,” jelasnya.
Libertus menilai, penurunan jumlah kunjungan wisatawan perlu dicermati secara menyeluruh. Berbagai faktor, mulai dari kondisi fasilitas, daya tarik wisata, hingga strategi promosi, dinilai memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan guna mengembalikan minat wisatawan.
Disporapar Kabupaten Sanggau, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan ke Pancur Aji dan destinasi lainnya. Upaya tersebut meliputi pembenahan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan promosi wisata, baik melalui media konvensional maupun digital.
“Kami akan terus berupaya mengembangkan destinasi wisata yang ada, agar lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisata dapat kembali meningkat dan berdampak positif terhadap PAD daerah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha pariwisata dan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sanggau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing destinasi wisata daerah.
Dengan langkah evaluasi dan pengembangan yang berkelanjutan, Disporapar Kabupaten Sanggau berharap Pancur Aji tetap menjadi ikon pariwisata daerah yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal.



