30 November 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeInformasiPos Intai di Bukit Vandering: Jejak Penjajahan di Bengkayang

Pos Intai di Bukit Vandering: Jejak Penjajahan di Bengkayang

Kalbar Sepekan – Bengkayang bukan hanya terkenal dengan alamnya yang hijau dan masyarakatnya yang multikultur, tetapi juga menyimpan banyak jejak sejarah masa kolonial yang tidak banyak diketahui publik. Salah satu peninggalan penting tersebut adalah Pos Intai di Bukit Vandering, sebuah benteng pengawas yang berdiri kokoh sejak zaman Hindia Belanda. Meski usianya hampir satu abad, pos ini masih menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Bengkayang hingga hari ini.

Tempat yang awalnya berfungsi sebagai pos pengintai ini kini menjadi salah satu titik favorit bagi para penggemar wisata sejarah dan anak muda yang suka berburu spot foto. Jalan berkeloknya yang membentuk tikungan U juga sudah sangat terkenal bagi warga Bengkayang–Singkawang dan sekitarnya.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan fungsi Benteng Belanda di Bukit Van Dering, berikut ulasan lengkap tentang Pos Intai Bukit Vandering ini.

Cagar Budaya Benteng Pengintai Vandering – Desa Pasti Jaya, Bengkayang

Pos Intai Bukit Vandering berada di Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Letaknya berada di sebuah bukit yang oleh masyarakat disebut Bukit Vandering, tepat di jalur darat utama yang menghubungkan Bengkayang – Singkawang.

Sekarang, kawasan ini menjadi satu-satunya akses jalan besar antara kedua wilayah tersebut. Tikungan ikonik berbentuk U yang berada tepat di sisi bukit membuat Vandering dikenal luas oleh para pengendara, pembalap sepeda, hingga fotografer.


Lebih dari sekadar jalur transportasi, kawasan ini menyimpan peninggalan sejarah berupa bekas benteng pertahanan Belanda. Totalnya ada empat pos yang dibangun saat masa kolonial, namun hanya satu pos yang bertahan hingga kini.

Kapan Belanda Masuk ke Kalimantan Barat dan Sampai ke Bengkayang?

Belanda mulai masuk ke wilayah Kalimantan Barat sejak abad ke-17 untuk kepentingan dagang dan penguasaan sumber daya. Namun penguatan administrasi dan militernya baru benar-benar terasa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Wilayah Bengkayang yang strategis, terletak di jalur pegunungan dan menjadi penghubung antara Singkawang, Sambas, dan pedalaman Kalbar, akhirnya menjadi titik penting dalam strategi pertahanan Belanda.

Memasuki tahun 1930-an, tekanan Jepang terhadap Hindia Belanda makin meningkat. Gempuran propaganda dan rencana penyerangan membuat Belanda memperkuat pos-pos militer mereka di berbagai daerah-termasuk Bengkayang.

Kenapa Belanda Membangun Pos Intai di Bukit Vandering?

Pos Intai Bukit Vandering

Pembangunan Pos Intai Vandering dilakukan sekitar tahun 1939 hingga 1942, ketika Belanda merasa terancam oleh ekspansi Jepang ke Asia Tenggara.

Ada dua alasan utama pos ini dibangun:

1. Posisi Bukit Vandering Sangat Strategis

Dari puncak bukit, Belanda bisa memantau seluruh pergerakan dari arah Singkawang maupun dari pedalaman Bengkayang. Jalur yang kini menjadi jalan raya berkelok-kelok itu dulunya merupakan jalan kereta kuda peninggalan kolonial.

2. Menghadapi Ancaman Jepang

Pada akhir 1930-an, Jepang agresif menyerbu wilayah Asia, termasuk Indonesia. Belanda membangun empat benteng pengintai di kawasan Vandering sebagai langkah proteksi.

Namun, mereka tidak membangun pos ini sendiri. Warga lokal Bengkayang dipaksa untuk bekerja membangun benteng tersebut, dengan seorang mandor keturunan Tionghoa sebagai pengawas.

Saat Belanda akhirnya mundur dari Bengkayang, tiga dari empat pos dihancurkan untuk mencegah Jepang menggunakannya. Hanya satu yang tersisa-yakni Benteng Belanda berada dibawah ke arah Serukam yang masih bisa dilihat sekarang.

Apa Fungsi Pos Intai di Bukit Vandering Saat Itu?

Pada masa penjajahan Belanda, pos ini memiliki beberapa fungsi vital:

1. Titik Pengawas Pergerakan Pasukan Jepang

Dari pos pengintai ini, Belanda bisa mengawasi jalur masuk vital menuju Singkawang-salah satu kota dengan basis militer dan ekonomi penting.

2. Memberikan Peringatan Dini ke Warga Lokal

Warga sekitar bisa segera diberi tanda bahaya jika terlihat potensi serangan.

3. Tempat Persembunyian dan Pertahanan

Struktur pos dilengkapi dengan:

  • Sumur sempit berdiameter satu orang, yang bagian atasnya dicor tebal
  • Parit-parit khusus sebagai tempat persembunyian prajurit
  • Lubang ventilasi dan lubang intai berbentuk persegi panjang

Posisi bangunan membuat Belanda mudah bertahan sembari mengintai lawan.

4. Menghubungkan Jalur Transportasi Kolonial

Di area bukit masih ada jalan setapak bekas jalur kereta kuda milik Belanda. Jalur ini merupakan rute cepat dari Bengkayang menuju Singkawang.

Dulunya dari bukit ini, Singkawang bisa terlihat jelas. Namun kini panorama tersebut sudah tertutup pepohonan yang tumbuh lebat.

Bagaimana Kondisi Pos Intai di Bukit Vandering Sekarang?

Peninggalan Belanda di Kalimantan Barat

Meski sudah berusia hampir seabad, Pos Intai Vandering masih terjaga. Berikut kondisi terbarunya:

1. Dipugar Tahun 2005

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pemugaran berupa:

  • Penambahan akses tangga
  • Pemasangan atap pelindung
  • Penanda sejarah di sekitar lokasi

2. Menjadi Lokasi Tujuan Wisata Sejarah

Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung bentuk benteng kolonial yang masih utuh.

3. Sering Dikunjungi Komunitas Pecinta Sejarah & Pesepeda

Pada Oktober 2014, pembalap internasional seperti Peter Pouly pernah melewati Vandering dalam ajang Tour de Khatulistiwa.

4. Simbol Perjuangan Masyarakat Bengkayang

Pos ini bukan hanya peninggalan kolonial, tetapi juga mengingatkan pada perjuangan tokoh lokal seperti Panglima Ali Anyang, yang memimpin pemuda Bengkayang melawan Belanda dan Jepang pada 1945–1949.

Kesimpulan

Pos Intai Bukit Vandering bukan sekadar bangunan tua di pinggir jalan. Tempat ini menyimpan rekam sejarah yang mendalam—tentang penjajahan, perjuangan masyarakat Dayak Bengkayang, hingga strategi perang kolonial.

Kini, Vandering menjadi:

  • Obyek wisata sejarah
  • Pengingat perjuangan rakyat
  • Potensi daya tarik wisata Bengkayang—baik dari sisi sejarah maupun fotografi

Menjaga dan merawat lokasi ini berarti menjaga identitas sejarah Bengkayang dan Kalimantan Barat.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular