2 February 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeDaerahKubu RayaKarhutla di Kubu Raya Sudah Dua Pekan

Karhutla di Kubu Raya Sudah Dua Pekan

Kubu Raya (Kalbar Sepekan) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya telah berlangsung selama dua pekan terakhir dan masih terus ditangani oleh petugas gabungan. Salah satu titik kebakaran terpantau berada di Desa Kuala, Kecamatan Sungai Raya, tepatnya di kawasan sekitar Kantor PCNU. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih asap mulai menebal dan api sempat mendekati badan jalan raya.

Kepala Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, mengatakan bahwa upaya pemadaman menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran. Parit-parit yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air kini dalam kondisi kering dan tersumbat oleh pakis serta rumput liar.


“Sumber air menjadi kendala utama di lapangan. Parit-parit yang ada kering dan sebagian tersumbat, sehingga harus digali terlebih dahulu secara manual agar bisa dimanfaatkan untuk pemadaman,” ujar Florensius saat ditemui, Selasa (27/01/2026) sore.

Ia menjelaskan, api di lokasi kebakaran dilaporkan terus merambat dan bahkan nyaris mencapai badan jalan raya. Situasi tersebut menimbulkan potensi bahaya bagi masyarakat sekitar serta para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Untuk mencegah meluasnya kebakaran, petugas gabungan dari Brigade Dalkarhutla terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif.

Menurut Florensius, personel di lapangan hingga saat ini masih lengkap dan terus berjibaku melakukan pemadaman. Namun, penggunaan peralatan yang dilakukan secara terus-menerus setiap hari mulai berdampak pada performa alat pemadam kebakaran.

“Personel masih terus fight di lapangan, tetapi kami akui peralatan mulai mengalami penurunan performa karena digunakan tanpa henti. Peralatan ini membutuhkan perawatan khusus agar tetap bisa bekerja secara optimal,” katanya.

Seiring dengan kondisi karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, asap di sejumlah titik mulai menebal dan berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat. Florensius pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terdampak asap.

Selain itu, ia kembali menegaskan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik dalam skala kecil maupun besar. Menurutnya, kebakaran di wilayah gambut sangat sulit ditangani karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan membutuhkan waktu lama untuk dipadamkan sepenuhnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi di daerah gambut. Jika sudah terbakar, penanganannya sangat sulit dan berisiko meluas,” tegasnya.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman di sejumlah titik rawan kebakaran di wilayah Kubu Raya. Pemerintah dan aparat terkait juga terus berkoordinasi untuk mencegah meluasnya karhutla serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, terhadap kerhutla di Kubu Raya.

Perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya akan terus dipantau, sementara masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan titik api serta mematuhi larangan pembakaran lahan demi mencegah bencana yang lebih luas.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular