30 August 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeDaerahSambasDanau Sebedang Kering, Akibat Kemarau Panjang

Danau Sebedang Kering, Akibat Kemarau Panjang

Sambas (Kalbar Sepekan) – Danau Sebedang, salah satu ikon wisata alam dan sumber air baku penting di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, kini mengalami kekeringan parah akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Sebagian besar permukaan danau kini terlihat kering, dan retak-retak, sebuah pemandangan yang mencemaskan warga sekitar dan pengelola kawasan wisata, akibat Danau Sebedang kering.

Fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar empat bulan lalu. Selama kurun waktu tersebut, intensitas hujan di wilayah Sambas menurun drastis, sementara suhu udara terus meningkat. Dampaknya, debit air Danau Sebedang surut hingga lebih dari tiga meter dari kondisi normal. Padahal, di musim biasa, ketinggian air bisa mencapai lima meter. Kini, bagian-bagian yang sebelumnya tertutup air sepenuhnya, tampak mengering dan membentuk retakan-retakan tanah yang melebar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Paggong Sebedang, Ardy Sanjaya, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Ia menyatakan bahwa kekeringan di Danau Sebedang merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

“Ya, ada penurunan debit air di Danau Sebedang. Penurunan ini terjadi sejak empat bulan lalu, dan sampai sekarang kondisinya masih terus berlanjut. Kalau hujan tidak segera turun, saya khawatir kondisi danau akan semakin buruk,” ungkap Ardy saat diwawancarai pada Rabu (23/7/2025).

 
Menurut Ardy, penyebab utama dari penurunan air ini adalah minimnya curah hujan dan cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Selain berdampak pada keindahan danau sebagai destinasi wisata alam, kekeringan ini juga dikhawatirkan mengganggu pasokan air baku dari danau yang selama ini dimanfaatkan oleh PDAM setempat.

“Ini bukan hanya masalah estetika atau kunjungan wisata saja. Air Danau Sebedang juga menjadi sumber air baku bagi warga. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin distribusi air bersih ke rumah-rumah warga akan terganggu,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi peringatan serius akan dampak nyata perubahan iklim yang semakin terasa dari tahun ke tahun. Kekeringan yang melanda bukan hanya berdampak pada ekosistem perairan dan potensi wisata, tetapi juga berpotensi menimbulkan krisis air bersih di masa mendatang.

Warga sekitar Danau Sebedang pun menyatakan keprihatinan mereka. Menurut Kusno Kusuma, warga Desa Sebedang, kekeringan ini merupakan yang terparah yang pernah mereka saksikan.

“Biasanya kalau kemarau, air danau memang surut. Tapi tahun ini benar-benar parah. Permukaan danau yang biasanya masih ada air, sekarang sudah bisa dilalui jalan kaki. Retakan tanahnya besar-besar,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah mitigasi dan penyelamatan lingkungan danau. Beberapa di antaranya mengusulkan penanaman pohon kembali di sekitar kawasan danau untuk menjaga kelembaban tanah dan membantu proses resapan air. Ada juga yang mengusulkan pembangunan embung atau penampungan air buatan sebagai alternatif cadangan air di musim kemarau ekstrem.

Para pemerhati lingkungan menyerukan agar perubahan iklim dan pelestarian sumber daya air mendapat perhatian serius dari semua pihak. Menurut mereka, kejadian seperti di Danau Sebedang tidak bisa dianggap sepele dan harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem.

Danau Sebedang selama ini dikenal sebagai lokasi wisata favorit di Sambas, dengan panorama air yang tenang, udara sejuk, dan aktivitas perahu yang kerap dinikmati wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Kekeringan ini pun turut menurunkan jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir.

Jika tidak segera ada hujan dan upaya penyelamatan, kondisi Danau Sebedang diprediksi akan semakin kritis. Pemerintah daerah pun diharapkan bergerak cepat untuk menanggulangi situasi ini dan menyusun strategi jangka panjang untuk mengantisipasi musim kemarau, seperti Danau Sebedang kering saat ini.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular