Singkawang (Kalbar Sepekan) – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Singkawang pada Selasa sore, 8 Juli 2025, ketika sebanyak 109 jamaah haji asal Kota Singkawang tiba kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat. Mereka disambut langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama jajaran pemerintah daerah dan keluarga jamaah.
Kepulangan para jamaah tersebut menjadi momen penuh kebahagiaan bagi Pemerintah Kota Singkawang. Setelah menunaikan ibadah haji selama sekitar 43 hari di Tanah Suci Mekkah, seluruh jamaah kembali dengan selamat tanpa satu pun mengalami gangguan kesehatan serius.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini kita bisa menyambut kepulangan 109 jamaah haji Singkawang dalam keadaan sehat. Ini adalah kebahagiaan terbesar bagi saya sebagai kepala daerah,” ungkap Tjhai Chui Mie dalam sambutannya di hadapan para jamaah dan keluarga mereka.
Kepulangan jamaah haji ini menandai berakhirnya perjalanan spiritual yang telah mereka jalani dengan penuh keikhlasan dan semangat. Banyak di antara mereka yang menitikkan air mata, bukan hanya karena telah menuntaskan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima, tetapi juga karena kerinduan yang dalam akan kampung halaman dan keluarga.
Namun di balik sukacita itu, Tjhai Chui Mie turut menyampaikan evaluasi terhadap pelayanan selama di Mekkah. Ia menerima laporan dari petugas haji daerah bahwa sempat terjadi insiden di mana beberapa jamaah asal Singkawang harus berjalan kaki cukup jauh akibat tertinggal bus rombongan. Hal ini dinilainya perlu menjadi catatan serius untuk perbaikan pelayanan haji di tahun-tahun mendatang.
“Ke depan, pelayanan bagi calon jamaah haji Singkawang harus ditingkatkan. Jangan sampai ada lagi jamaah yang tertinggal kendaraan. Perjalanan ibadah ini harus dijalani dengan tenang, nyaman, dan aman,” tegasnya.
Tjhai Chui Mie juga mengusulkan perubahan dalam konsep penyambutan jamaah haji di masa depan. Ia berharap penyambutan dapat dilakukan secara lebih meriah dan bernuansa budaya serta religi, seperti dengan pertunjukan tanjidor, musik gambus, kesenian hadrah, atau qasidah. Menurutnya, suasana ini tidak hanya menyambut kedatangan jamaah, tetapi juga memberikan semangat dan kegembiraan bagi mereka yang telah selesai menjalankan salah satu kewajiban umat Islam.
“Dengan iringan musik dan kesenian khas, kita ingin memberikan penyambutan yang lebih hangat dan bermakna bagi para jamaah,” katanya.
Ia pun menambahkan harapan besar bahwa dengan kembalinya para jamaah haji, berkah dan nilai-nilai spiritual yang mereka bawa dari Tanah Suci dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Singkawang secara luas.
“Kita doakan semoga kepulangan para jamaah ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga masing-masing, tapi juga membawa keberkahan bagi seluruh Kota Singkawang. Semoga para jamaah menjadi contoh teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Tjhai Chui Mie.
Kepulangan jamaah ini juga menjadi motivasi bagi masyarakat lain yang berniat menunaikan ibadah haji di tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen terus memberikan dukungan, baik dalam pembinaan ibadah maupun fasilitas, agar jamaah haji dari daerah ini senantiasa dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang lebih baik, Singkawang berharap pelaksanaan ibadah haji ke depan akan semakin berkualitas, serta menjadi sumber inspirasi dan kebaikan bagi seluruh warga kota.