22 February 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeDaerahPontianakSiap-siap Sejumlah Daerah di Kalbar Siaga Hujan Lebat

Siap-siap Sejumlah Daerah di Kalbar Siaga Hujan Lebat

Pontianak (Kalbar Sepekan) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang berlaku mulai 21 hingga 23 Februari 2026 agar masyarakat Kalbar siaga hujan lebat dibeberapa hari mendatang. Peringatan tersebut dirilis oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio dalam pembaruan data Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 08.01 WIB, sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Dalam rilis resminya, BMKG mengklasifikasikan potensi hujan ke dalam tiga kategori, yakni Waspada untuk hujan sedang hingga lebat, Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, serta Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem. Untuk periode tiga hari ke depan, belum ada wilayah di Kalbar yang masuk kategori Awas. Namun demikian, sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan diprediksi meluas dan meningkat pada awal pekan.

Pada Sabtu, 21 Februari 2026, Kabupaten Melawi menjadi satu-satunya wilayah yang masuk kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Kondisi ini diperkirakan dapat memicu genangan di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan dataran rendah dan daerah dengan sistem drainase kurang optimal.


Memasuki Minggu, 22 Februari 2026, potensi hujan meluas ke beberapa kabupaten lain. Wilayah berstatus Waspada meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Artinya, masyarakat di daerah-daerah tersebut perlu bersiap menghadapi kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi pada siang hingga malam hari.

Situasi semakin meningkat pada Senin, 23 Februari 2026. BMKG mencatat sejumlah kabupaten berstatus Waspada, yakni Bengkayang, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu naik status menjadi Siaga. Kategori ini menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berdampak pada meningkatnya risiko banjir, tanah longsor, serta meluapnya sungai di wilayah tersebut.

BMKG menjelaskan, meski curah hujan diprediksi tinggi, untuk periode 21–23 Februari 2026 tidak terdapat potensi angin kencang atau nihil kejadian angin ekstrem di Kalimantan Barat. Hal ini sedikit memberi ruang aman bagi masyarakat, meski kewaspadaan terhadap dampak hujan tetap harus menjadi prioritas.

Lalu, siapa saja yang perlu bersiaga? Selain masyarakat umum, pemerintah daerah, aparat desa, hingga relawan kebencanaan di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah antisipatif seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, memantau tinggi muka air sungai, serta menyiapkan rencana evakuasi dini menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG, baik melalui media sosial, website, maupun aplikasi informasi cuaca. Pembaruan data cuaca dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika atmosfer, sehingga informasi terkini menjadi kunci dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Mengapa peringatan ini penting? Kalimantan Barat dikenal memiliki sejumlah daerah dengan karakteristik geografis yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas hujan tinggi terjadi dalam durasi lama. Sungai-sungai besar yang melintasi beberapa kabupaten dapat meluap apabila curah hujan di wilayah hulu meningkat secara signifikan.

Dengan meluasnya potensi hujan lebat di awal pekan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko bencana. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan mampu menekan dampak kerugian, baik secara materiil maupun keselamatan jiwa.

BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca secara berkala. Masyarakat Kalbar pun diminta tetap tenang, namun tidak lengah. Waspada bukan berarti panik, melainkan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dengan langkah yang terukur dan terencana dengan situasi Kalbar siaga hujan lebat.

IKUTI BERITA KAMI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Iklan Kami -spot_img

Most Popular