Singkawang (Kalbar Sepekan) – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, turun langsung ke lapangan untuk merespons kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Survei lapangan tersebut dilakukan pada Senin (19/1/2026) pagi, bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Singkawang.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Singkawang terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan gas LPG 3 kg yang merupakan barang subsidi dan digunakan oleh masyarakat kecil. Kelangkaan gas tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan, terutama bagi pedagang kecil dan rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Singkawang bersama jajaran Pemkot mendatangi salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di wilayah Sungai Wie. Kunjungan ini bertujuan untuk mengonfirmasi secara langsung apakah terdapat kendala pada tingkat pengisian atau distribusi gas LPG 3 kg dari hulu.
Dari hasil pertemuan dengan pihak SPBE, diketahui bahwa tidak terdapat kendala dalam proses pengisian maupun pendistribusian gas elpiji 3 kilogram. Pihak SPBE menyampaikan bahwa distribusi berjalan normal sesuai dengan kuota dan jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan yang terjadi di tingkat masyarakat. Pasalnya, kelangkaan gas LPG 3 kg masih dirasakan di sejumlah wilayah Kota Singkawang, terutama di pangkalan dan pengecer.
Menanggapi hal itu, Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada pengecekan di tingkat SPBE saja. Ia memastikan akan menelusuri permasalahan hingga ke tingkat agen dan pangkalan sebagai ujung tombak distribusi gas LPG 3 kg ke masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota Singkawang berencana memanggil pihak agen dan pangkalan LPG 3 kg untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait kendala yang mereka hadapi dalam pendistribusian gas subsidi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat persoalan teknis, distribusi tidak merata, atau potensi penyimpangan di lapangan.
Pemerintah Kota Singkawang menegaskan komitmennya untuk memastikan distribusi gas LPG 3 kg tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Gas bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, sehingga pengawasan distribusi menjadi hal yang sangat penting.
Selain itu, Pemkot Singkawang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memperparah kondisi kelangkaan. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penjualan LPG 3 kg di luar ketentuan harga atau distribusi yang tidak sesuai aturan.
Dengan adanya survei lapangan dan langkah lanjutan berupa pemanggilan agen serta pangkalan, Pemerintah Kota Singkawang berharap permasalahan kelangkaan gas LPG 3 kg dapat segera teratasi. Pemkot juga berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan demi menjaga stabilitas pasokan gas elpiji bagi masyarakat Singkawang.



